Modul Cara Input Kondisi Sarpras di Dapodik

Modul Cara Input Kondisi Sarpras di Dapodik adalah Modul yang berisi Panduan Cara Menginput Kondisi Sarana dan Prasarana (Sarpras)  di Dapodik. Panduan Input Kondisi Sarpras Dapodik Metode Analisis Tingkat Kerusakan Bangunan berikut diharapkan dapat membantu dalam proses pelaporan di Dapodik.
Modul Cara Input Kondisi Sarpras di Dapodik

Modul Cara Input Kondisi Sarpras di Dapodik

RPP dan Silabus - Panduan Cara Input Kondisi Sarpras Dapodik Metode Analasis Tingkat Kerusakan Bangunan merupakan modul yang berisi cara mengisi kondisi prasarana di Dapodik yang nantinya dapat bapak dan ibu guru jadikan rujukan dalam mengisi kondisi sarana dan prasarana sekolah.

Cara Pengisian Data Kondisi atau Tingkat Kerusakan Sarpras Sekolah di Dapodik tentu tidak dilakukan secara asal asalan melainkan harus dengan perhitungan dan ketelitian yang baik sehingga pelaporan tingkat kerusakan bangunan sekolah terinci dengan benar.

Cara Mengisi Data Sarpras Pada Aplikasi Dapodik haruslah dirinci dengan baik sehingga diperlukan Metode analisis tingkat kerusakan bangunan yang baik dan benar. Untuk cara mengisi kondisi prasarana dapodik maka kami sediakan sebuah modul yang berisi cara mengisi sarpras dapodik 2017/2018

Diharapkan dengan adanya Modul Cara Input Kondisi Sarpras di Dapodik yang berisi cara mengisi kondisi prasarana dapodik berikut ini dapat membantu bapak dan ibu guru dalam memberikan rincian analisis tingkat kerusakan bangunan pada aplikasi dapodik.

Beberapa penjelasan yang tertera pada Panduan Cara Input Kondisi Sarpras Dapodik Metode Analasis Tingkat Kerusakan Bangunan adalah sebagai berikut :

Tingkat kerusakan yang terjadi pada bangunan sekolah dikelompokkan menjadi :

Tingkat kerusakan 0 – 30% : kategori rusak ringan

Tingkat kerusakan 30 – 45% : kategori rusak sedang

Tingkat kerusakan 45 – 65% : kategori rusak berat

Tingkat keruskan > 65% : kategori rusak total

Bangunan Dikatakan Rusak Ringan jika :

1.Dinding retak halus, kerusakan tidak tembus.

2. Plesteran boleh terkelupas.

3. Plafon dan listplank boleh rusak,

4. Tidak ada kerusakan struktural

Bangunan Dikatakan Rusak Sedang jika :

1. Dinding partisi retak tembus atau roboh sebagian.

2. Bagian struktural ( kolom, balok, kuda - kuda) mengalami kerusakan tetapi masih dapat diperbaiki.

3. Dinding structural ( bangunan tanpa kolom dan balok )mengalami kerusakan yang masih dapat diperbaiki.

Bangunan Dikatakan Rusak Berat jika :

Dinding retak tembus dan mengalami perubahan bentuk atau miring.

2. Bagian struktur ( kolom, balok, kuda – kuda) mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

3. Dinding struktural ( bangunan tanpa kolom dan balok ) mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki;

4. Pondasi amblas / retak / bergeser

5. Bangunan roboh total

ATAP

Bahan penutup atap : genteng, sirap, seng, metal sheet/zincalum atau bahan lain yang biasa digunakan sebagai penutup atap.

Cara menghitung (estimasi) :

Luas (A)+(B) = luas penutup atap ruangan

Luas (A) = (c + d) x (e + f) x 1,2

Luas (B) = (b + a) x (e + f) x 1,2

Luas (C) = luas penutup atap yg rusak

Persentase tingkat kerusakan =

Luas (C) / (Luas (A)+(B)) x 100%

RANGKA ATAP

LISTPLANK DAN TALANG

RANGKA PLAFOND

PENUTUP DAN LIST PLAFOND

KOLOM DAN RINGBALK

DINDING

Download Modul Cara Input Kondisi Sarpras di Dapodik

Untuk penjelasan yang lebih rinci tentang Metode Analisis Tingkat Kerusakan Bangunan yang dijelaskan di atas maka silahkan bapak dan ibu Guru Download Modul Cara mengisi Kondisi Sarpras di Dapodik melaui tautan di bawah

Modul Cara Input Kondisi Sarpras di Dapodik [ downoad ]
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Modul Cara Input Kondisi Sarpras di Dapodik"

Post a Comment